Rabu, 11 Januari 2012

Peneliti menemukan bagaimana kelelawar menguasai lingkungannya?

'Kelelawar buah'
Para peneliti menemukan sistem sonar 'kelelawar buah' lebih maju daripada yang awalnya diyakini para ilmuwan, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan online oleh PLoS Biology.
edisi 13 September

Konon, kelelawar dikenal menggunakan echolocation untuk mencari makanan dengan kepakan yang getarannya tersebar berbentuk kipas dan mendengarkan gema kembali untuk mengidentifikasi objek di sekitar mereka.  
Kelelawar memodulasi batang sonar mereka untuk memindai lingkungan yang kompleks. Namun, sebagian besar tetap misteri. Sampai sekarang, para ilmuwan percaya bahwa mamalia memiliki sedikit kontrol atas produksi sinyal sonar mereka.

Para peneliti di Institut Weizmann di Israel dan University of Maryland merancang bola plastik dan mikrofon sekitar ruangan besar dan gelap dan mencatat kepak sayap 'kelelawar buah' Mesir (Rousettus aegyptiacus) saat mereka mencoba untuk mencari dan mendarat di bola.

Dalam satu konfigurasi, para peneliti dikelilingi target bola kelelawar dengan jaring menyebar antara empat tiang untuk mensimulasikan sebuah hutan penuh hambatan. Mereka menemukan bahwa dalam menanggapi kompleksnya lingkungan, kelelawar memodulasi vokalisasi mereka setidaknya dalam dua cara

Pertama, kelelawar memperlebar sudut antara tiang sonar berturut-turut untuk menutupi area lebih luas kemudian mereka membebaskan hambatan yang ada di sekitarnya.

Kedua, kelelawar  membuat kepakan sayapnya lebih keras di lingkungan yang kompleks. Kedua cara itu memperbesar bidang pandangnya (field-of-view), memungkinkan kelelawar untuk melacak target mereka sementara mencari bola yang akan merintangi mereka untuk hinggap.

Selain itu, kelelawar juga merubah sudut batang dan intensitas sinyal sesuai jarak mereka ke target yang ditujunya.
"Ini adalah laporan pertama, dalam sistem sensorik, dari peningkatan yang aktif dalam merespons bidang-pandang untuk merubah kompleksitas lingkungan," kata Nachum Ulanovsky dari Weizmann Institute dalam siaran pers.

Para peneliti menambahkan bahwa hasilnya "menunjukkan bahwa penginderaan aktif terhadap ruang oleh hewan dapat jauh lebih canggih daripada yang diperkirakan sebelumnya-dan mereka melakukan pemeriksaan ulang teori-teori saat ini terhadap orientasi spasial dan persepsi."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.